Dengan pendekatan ini, BRI tidak hanya menjadi pemberi kredit, tetapi juga mitra transaksi utama bagi nasabah.
Transformasi juga mencakup penguatan bisnis mikro, ekspansi kredit konsumer (mortgage, auto loan, payroll), pengembangan wealth management, serta integrasi ekosistem gadai emas.
Seluruh inisiatif ini diperkuat oleh enam fondasi utama: penguatan SDM, manajemen risiko, teknologi dan digitalisasi, distribusi, operational excellence, dan rebranding.
BACA JUGA:Kenes Lalita, Brand Busana Anak Wastra Jepara yang Tumbuh Bersama Dukungan BRI dan LinkUMKM
BACA JUGA:BRI Perkuat Sinergi dengan BP Batam dan Kementerian untuk Dorong Investasi dan UMKM
Pada Desember 2025, BRI meluncurkan pembaruan identitas korporasi dengan semangat “Satu Bank Untuk Semua”. Rebranding ini merefleksikan komitmen BRI untuk tetap relevan dan adaptif dalam setiap fase kehidupan nasabah.
Kinerja Keuangan Tumbuh Berkelanjutan
Hingga akhir 2025, total aset BRI tumbuh 7,2% secara tahunan menjadi Rp2.135 triliun. DPK meningkat 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun, didorong oleh pertumbuhan CASA yang kuat. Rasio CASA tercatat 70,6%, sementara cost of fund membaik menjadi 2,9%.
Penyaluran kredit tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL sebesar 3,07% dan NPL coverage 178,1%. Likuiditas pun memadai dengan LDR di level 91,4% serta CAR sebesar 23,52%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Penguatan Ekosistem Ultra Mikro
Melalui sinergi Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM, BRI terus memperluas jangkauan pembiayaan mikro. Hingga akhir 2025, ekosistem ini telah melayani lebih dari 34,5 juta debitur aktif dengan total simpanan mikro mencapai 187 juta rekening. Simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro juga tumbuh signifikan menjadi 17,1 ton.
Selain pembiayaan, BRI aktif dalam pemberdayaan melalui program Desa BRILIAN (lebih dari 5 ribu desa binaan) dan KlasterkuHidupku (42 ribu klaster usaha). Platform LinkUMKM pun telah dimanfaatkan oleh 14,9 juta pelaku usaha untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan.
Di sisi inklusi keuangan, jumlah Agen BRILink mencapai lebih dari 1,1 juta agen yang tersebar di lebih dari 66 ribu desa, dengan volume transaksi Rp1.746 triliun sepanjang 2025.
Komitmen Keberlanjutan
BRI juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnisnya. Hingga Desember 2025, pembiayaan berwawasan sosial mencapai Rp718,7 triliun (53,5% dari total kredit), sementara pembiayaan berwawasan lingkungan mencapai Rp93,2 triliun. Perseroan juga mencatat Sustainable Wholesale Funding sebesar Rp45,6 triliun.
Kinerja anak usaha BRI Group pun menunjukkan pertumbuhan positif, dengan total aset meningkat 23,3% menjadi Rp267 triliun dan kontribusi laba mencapai 18,2% dari total laba konsolidasi.