PRABUMULIHPOS.CO - Mitsubishi Fuso bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar diskusi interaktif bertema "Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya bagi Industri Otomotif Indonesia".
Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri kendaraan niaga, perusahaan angkutan barang, hingga perwakilan asosiasi logistik nasional.
Dalam kesempatan itu, Kementerian ESDM menegaskan bahwa penerapan bahan bakar nabati (BBN) dengan campuran biodiesel 50 persen atau B50 merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian energi nasional.
Indonesia bahkan menjadi salah satu negara pertama yang menerapkan penggunaan biodiesel B50 secara luas pada sektor transportasi.
BACA JUGA:Kapolres Prabumulih Resmi Lantik Wakapolres Baru, Sejumlah Pejabat Utama Berganti
Koordinator Kelompok Kerja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa sebelum B50 diterapkan secara luas, pemerintah telah melakukan berbagai tahapan pengujian teknis, termasuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kompatibilitas bahan bakar terhadap kendaraan niaga.
Menurut Cahyo, implementasi B50 merupakan hasil pengembangan yang berlangsung bertahun-tahun, dimulai dari penerapan B25 pada 2008 hingga pelaksanaan uji jalan sejauh 40.000 kilometer menggunakan kendaraan komersial berbobot lebih dari 3,5 ton.
Ia menjelaskan, setelah pengujian selesai, berbagai komponen kendaraan seperti mesin, saluran bahan bakar, dan filter diperiksa secara menyeluruh bersama para ahli dari pabrikan.
Selain meningkatkan kadar biodiesel, pemerintah juga terus berupaya menjaga mutu B100 (FAME) serta memperketat pengawasan kualitas bahan bakar yang beredar di lapangan.
BACA JUGA:Kemenag Benahi Data 639 Ribu Guru Madrasah Non-ASN, Pendataan Akurat Jadi Dasar Kebijakan Nasional
Sebagai distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors menyatakan siap mendukung program transisi energi pemerintah melalui pengembangan teknologi kendaraan dan layanan purna jual bagi pelanggan.
Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, mengatakan Mitsubishi Fuso telah berpartisipasi sejak tahap awal pengujian B50 bersama pemerintah.
Dua model yang digunakan dalam uji coba tersebut adalah Mitsubishi Fuso Canter dan Fighter X yang telah menggunakan standar emisi Euro 4.