PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi salah satu perhatian jajaran Polres Prabumulih, terutama dalam menghadapi kondisi yang berpotensi memicu munculnya titik api.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Prabumulih menyiagakan personel pada empat pos penanggulangan Karhutla tahun 2026.
Kesiapan tersebut ditujukan untuk mempercepat penanganan sekaligus memastikan setiap indikasi kebakaran dapat diketahui sedini mungkin.
Tidak hanya menempatkan personel di sejumlah pos, pengawasan wilayah juga diperkuat melalui jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas. Petugas diminta aktif memantau kondisi lingkungan serta menjalin komunikasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Prabumulih Hari Ini: Pagi Berawan, Siang Makin Terik
BACA JUGA:Sambut HUT RI ke-81, Disnaker Prabumulih Bagikan Souvenir bagi Nama Agus dan Kelahiran Agustus
Upaya tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga agar lebih berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, khususnya pembukaan atau pembersihan lahan menggunakan api.
Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto SIK MH MTr Mil mengatakan, pencegahan dan penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama lintas instansi.
“Polres Prabumulih bersama Pemerintah Kota Prabumulih, TNI, BPBD dan seluruh stakeholder terus memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Empat pos yang disiagakan ini diharapkan mampu mempercepat respons apabila ditemukan titik api,” ujar Gunarto.
Empat Pos Jadi Titik Kesiapsiagaan Petugas
Penempatan personel di empat pos Karhutla diharapkan mampu mempercepat mobilisasi petugas apabila menerima informasi mengenai kebakaran.
BACA JUGA:Sambut HUT RI ke-81, Kades Tanjung Telang Ajak Warga Kibarkan Merah Putih Selama Agustus
BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Siaga Hadapi Kekeringan, Bantuan Air Bersih Disalurkan Berkala
Keberadaan pos tersebut juga menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan agar laporan terkait asap maupun titik api tidak terlambat ditangani. Semakin cepat petugas bergerak, semakin besar kemungkinan api dapat dikendalikan sebelum menyebar ke wilayah yang lebih luas.
Gunarto menegaskan, penanggulangan Karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman setelah kebakaran terjadi. Pencegahan dan deteksi dini harus berjalan secara beriringan.