PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Proses pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Prabumulih kini mendekati batas akhir.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Prabumulih masih memiliki pekerjaan rumah untuk melengkapi data dari masyarakat dan pelaku usaha yang belum berhasil ditemui petugas.
Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, capaian pendataan telah berada di angka sekitar 82 persen.
Dengan demikian, masih terdapat kurang lebih 18 persen calon responden yang harus ditindaklanjuti sebelum pelaksanaan sensus berakhir.
Kepala BPS Kota Prabumulih, Jupni Amnus SE MM, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan waktu yang tersisa untuk mengejar responden yang belum memberikan data.
BACA JUGA:Desa Karangan Prabumulih Resmi Terapkan DIGIDES, Pelayanan Warga Kini Bisa Diakses Secara Digital
BACA JUGA:Dukung Tumbuh Kembang Anak, AHE Ladas Berendai Buka Program Belajar Interaktif untuk Anak Usia Dini
Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa belum seluruh target dapat ditemui dan didata oleh petugas. Sejumlah kendala menjadi penyebab proses pendataan belum mencapai 100 persen.
Salah satu persoalan yang cukup sering ditemui adalah calon responden tidak berada di tempat ketika petugas datang. Selain itu, terdapat pula masyarakat dan pelaku usaha yang belum bersedia memberikan informasi yang diperlukan dalam sensus.
“Yang banyak ini ekonomi menengah ke atas,” ujar Jupni kepada wartawan, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia menyebut beberapa pelaku usaha yang belum memberikan data berada di kawasan Jalan Sudirman, Kota Prabumulih. Di antaranya terdapat usaha apotek dan klinik kecantikan.
BACA JUGA:Dukung Tumbuh Kembang Anak, AHE Ladas Berendai Buka Program Belajar Interaktif untuk Anak Usia Dini
BACA JUGA:Dua ASN Prabumulih Unjuk Kemampuan di MTQ KORPRI Nasional 2026
Kendala serupa juga masih ditemukan ketika petugas melakukan pendataan terhadap masyarakat.
Bahkan, menurut Jupni, terdapat sejumlah pejabat yang sampai sekarang belum berhasil ditemui atau belum memberikan data kepada petugas.