Selain memberikan cita rasa yang unik, sayuran yang digunakan dalam kimchi juga menjadi sumber serat dan sejumlah vitamin.
Serat memiliki peran penting dalam mendukung mikrobiota usus karena dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme tertentu sebagai sumber nutrisi.
Aktivitas mikrobiota tersebut kemudian dapat menghasilkan berbagai metabolit yang terlibat dalam komunikasi antara saluran pencernaan dan otak.
Inilah salah satu alasan makanan fermentasi seperti kimchi sering dibahas dalam kaitannya dengan gut-brain axis.
Meski demikian, kandungan nutrisi kimchi dapat berbeda-beda tergantung bahan, resep, serta metode fermentasinya.
Konsumsi kimchi juga sebaiknya tetap memperhatikan jumlah natrium karena proses pembuatannya umumnya menggunakan garam.
BACA JUGA:Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh, Ini Manfaat Lobak Putih Untuk Kesehatan
BACA JUGA:Minum Air Hangat Kuku Setiap Bangun Pagi, Benarkah Memberikan Banyak Manfaat Kesehatan?
4. Kombucha
Kombucha berbeda dari tiga makanan sebelumnya karena merupakan minuman hasil fermentasi berbahan dasar teh.
Dalam proses pembuatannya, teh difermentasi menggunakan kultur mikroorganisme sehingga menghasilkan asam organik dan sejumlah senyawa lain yang memberikan rasa serta aroma khas.
Teh yang menjadi bahan dasar kombucha juga mengandung polifenol.
Senyawa tersebut banyak mendapat perhatian karena berkaitan dengan aktivitas antioksidan dan mekanisme yang berhubungan dengan stres oksidatif.
Proses frmentasi pada kombucha turut menghasilkan perubahan pada komponen minuman serta melibatkan aktivitas berbagai mikroorganisme.
Karena itu, kombucha juga kerap dikaitkan dengan pembahasan mengenai kesehatan mikrobiota usus.
Namun, kandungan kombucha tidak selalu sama pada setiap produk.