Pohon yang ukurannya lebih pendek akan lebih mudah mendapatkan perawatan, sekaligus mempermudah pemilik ketika melakukan pemanenan.
Tajuk kelengkeng yang rimbun juga membuat tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai penghijauan sekaligus peneduh di halaman.
Pastikan Mendapat Sinar Matahari
Pemilihan tempat menjadi salah satu hal yang menentukan keberhasilan budidaya kelengkeng.
Tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari secara langsung dalam jumlah cukup.
Lokasi yang terbuka dan memperoleh cahaya matahari penuh dapat mendukung pertumbuhan sekaligus membantu tanaman menghasilkan buah secara optimal.
BACA JUGA:Tampil Estetik dan Fungsional: Ide Pagar Besi Kombinasi Tanaman di 2026
BACA JUGA:7 Tanaman Hidroponik untuk Ruangan Sempit, Rumah Jadi Lebih Hijau dan Estetik
Selain cahaya, kondisi tanah juga perlu diperhatikan. Kelengkeng lebih menyukai media tanam dengan sistem drainase yang baik.
Tanah yang terlalu sering menampung air atau mengalami genangan justru dapat mengganggu kesehatan akar.
Jika berlangsung lama, kondisi tersebut bahkan berisiko menyebabkan tanaman muda mengalami kerusakan hingga mati.
Bisa Ditanam di Berbagai Jenis Tanah
Kelengkeng tidak harus ditanam pada satu jenis tanah tertentu. Selama air dapat mengalir dengan baik, tanaman ini mampu beradaptasi pada sejumlah kondisi tanah.
Beberapa jenis tanah yang dapat mendukung pertumbuhan kelengkeng antara lain tanah berpasir, lempung berpasir, hingga tanah berbatu kapur yang memiliki drainase baik.
BACA JUGA:7 Tanaman Hidroponik untuk Ruangan Sempit, Rumah Jadi Lebih Hijau dan Estetik
BACA JUGA:Tren Hunian Minimalis: Percantik Kanopi dengan Tanaman Rambat