Cabang-cabang tertentu dapat dipangkas secara selektif setiap tahun untuk mengatur bentuk dan ukuran tajuk.
BACA JUGA:8 Tanaman Hias Pembersih Udara yang Wajib Ada di Rumah
BACA JUGA:7 Tanaman Hidroponik untuk Ruangan Sempit, Rumah Jadi Lebih Hijau dan Estetik
Pemangkasan juga membantu meningkatkan sirkulasi udara di antara cabang serta memberikan kesempatan cahaya matahari masuk ke bagian tanaman
Manfaat lainnya adalah menjaga pohon agar tidak tumbuh terlalu tinggi. Pohon yang terlalu besar akan membuat proses perawatan, pengawasan buah, hingga pemanenan menjadi lebih sulit.
Panen Bisa Berlangsung pada Pertengahan Tahun
Waktu panen kelengkeng dapat berbeda-beda tergantung wilayah, varietas, serta kondisi lingkungan.
Sebagai gambaran, di Florida Selatan, kelengkeng umumnya memasuki masa panen mulai sekitar pertengahan Juli hingga awal September. Periode dengan hasil panen terbanyak biasanya terjadi pada Agustus.
Buah yang telah matang biasanya mengalami perubahan warna kulit menjadi cokelat lebih gelap. Namun, tingkat kematangan paling mudah diketahui melalui cita rasa daging buah.
Hal yang perlu diperhatikan, kelengkeng tidak akan menjadi semakin manis setelah dipetik. Karena itu, pemanenan sebaiknya dilakukan ketika buah sudah mencapai tingkat kematangan yang sesuai.
Setelah dipanen, buah sebaiknya segera disimpan dalam kondisi dingin untuk menjaga kualitasnya.
Penyimpanan menggunakan kantong plastik di dalam lemari pendingin dapat membantu mempertahankan kesegaran kelengkeng selama kurang lebih lima hingga tujuh hari.
Kohala Jadi Salah Satu Varietas Populer
Salah satu jenis yang banyak dibudidayakan di Florida adalah kelengkeng varietas Kohala.
Varietas tersebut dikenal sebagai salah satu pilihan untuk tanaman lanskap maupun kebun rumah karena mampu menghasilkan buah dengan kualitas yang baik.
Buah kelengkeng sendiri tidak hanya dapat dinikmati dalam kondisi segar. Buah ini juga bisa diolah dan diawetkan dengan sejumlah metode, seperti dibekukan, dikalengkan, maupun dikeringkan.