Untuk penanaman di lingkungan rumah, ruang tumbuh juga harus diperhitungkan sejak awal. Pasalnya, kelengkeng dapat berkembang menjadi pohon berukuran cukup besar ketika dewasa.
Jarak sekitar 6,7–7,6 meter dari bangunan maupun tanaman besar lainnya dapat dipertimbangkan agar pohon mempunyai ruang yang memadai untuk berkembang.
Dapat Mulai Berbuah dalam 3–4 Tahun
Waktu kelengkeng mulai menghasilkan buah turut dipengaruhi cara tanaman diperbanyak.
Tanaman yang berasal dari perbanyakan vegetatif umumnya dapat memasuki masa produksi lebih cepat dibandingkan tanaman yang ditanam dari biji.
Dengan perawatan yang sesuai, pohon kelengkeng dapat mulai menghasilkan buah sekitar tiga sampai empat tahun setelah ditanam.
Namun, pembentukan bunga dan buah juga tidak terlepas dari kondisi lingkungan. Cuaca, termasuk adanya periode kering dan kondisi suhu tertentu, dapat berperan dalam merangsang proses pembungaan.
BACA JUGA:Tampil Estetik dan Fungsional: Ide Pagar Besi Kombinasi Tanaman di 2026
BACA JUGA:Tren Hunian Minimalis: Percantik Kanopi dengan Tanaman Rambat
Atur Penyiraman dengan Tepat
Kebutuhan air kelengkeng perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi tanaman.
Pada fase awal pertumbuhan, penyiraman secara teratur diperlukan untuk membantu perkembangan akar dan menjaga tanaman tidak kekurangan air.
Ketika memasuki fase pembungaan dan pembentukan buah, kebutuhan air juga harus diperhatikan hingga mendekati waktu panen.
Meskipun tanaman kelengkeng yang sudah dewasa relatif mampu menghadapi kondisi kering, bukan berarti tanaman ini cocok berada di tanah yang terus-menerus basah. Karena itu, selain penyiraman, sistem pembuangan air juga harus dipastikan berjalan dengan baik.
Pemangkasan Membantu Mengontrol Pohon
Pemangkasan merupakan salah satu kegiatan perawatan yang tidak sebaiknya diabaikan, terutama jika kelengkeng ditanam di halaman rumah.