Sejarah dan Asal Usul Palembang yang Ulang Tahun Ke-1340 Tahun

Sejarah dan Asal Usul Palembang yang Ulang Tahun Ke-1340 Tahun

Kota Palembang--

Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi.

Bahkan sampai saat ini, transportasi air di Palembang masih bisa dinikmati. Salah satunya adalah transportasi di perairan Sungai Musi yang datang dari beberapa daerah seperti Musi Banyuasin, Banyuasin dan daerah sekitar lainnya.

BACA JUGA:Kapolsek RKT Bergelar Dr ini Ternyata Alumni SMAN 2 Prabumulih

BACA JUGA:Tiga Pencuri Besi Pembatas Tol Prabumulih Diringkus, Satu Pelaku Masih Pelajar

Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas di tiga kesatuan wilayah. Ketiganya adalah tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu Pegunungan Bukit Barisan.

Lalu ada daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah. Termasuk juga daerah pesisir timur laut.

BACA JUGA:PT Priamanaya Energi Buka Lowongan Kerja Besar besaran untuk Teknisi, Penempatan di Lahat dan Ini Syaratnya

BACA JUGA:Lulusan SMA/MA Jangan Lewatkan Kesempatan ini, Pertamina Siapkan Beasiswa, Ini Syarat dan Ketentuannya

Ketiga kesatuan wilayah ini menjadi faktor setempat yang sangat menentukan dalam pembentukan pola kebudayaan bersifat peradaban. Faktor setempat dan frekuensi tinggi sudah terbentuk lebih dahulu dan berhasil mendorong manusia menciptakan pertumbuhan pola kebudayaan tinggi di Sumatera Selatan.

Faktor setempat inilah yang kemudian buat Palembang menjadi ibukota Sriwijaya. 

Tak hanya itu, kejayaan Sriwijaya yang bisa diambil alih Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya menjadikan Kesultanan Palembang Darusalam disegani di kawasan Nusantara.

BACA JUGA:Lulusan SMA Sederajat Buruan Daftar, PT KCIC Buka Lowongan Kerja untuk Dua Posisi Ini

BACA JUGA:2 Motor Hilang di Kosan Palembang Dalam Satu Malam, 4 Pelaku Terekam CCTV

Selain itu, ada tulisan menarik dari kronik Cina Chu-Fan-Chi yang ditulis oleh Chau Ju-Kua pada abad ke 14. Ini menceritakan tentang Sriwijaya sebagai negara terletak di laut selatan hingga menguasai lalu lintas perdagangan asing di Selat.

Dalam catatan itu, pada jaman dahulu pelabuhannya menggunakan rantai besi untuk menahan bajak laut mempunyai maksud jahat. Jika ada perahu-perahu asing yang datang rantai itu diturunkan dan dinaikkan jika situasi aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: