disway

Krisis Chip Memori Bayangi Bisnis Smartphone Qualcomm

Krisis Chip Memori Bayangi Bisnis Smartphone Qualcomm

Krisis Chip Memori Bayangi Bisnis Smartphone Qualcomm--

PRABUMULIHPOS.CO - Qualcomm berhasil mencatat hasil positif pada kuartal pertama tahun fiskalnya, melampaui prediksi analis. Namun perusahaan memperingatkan bahwa kuartal kedua berpotensi melemah akibat masalah pasokan chip memori yang mulai memengaruhi industri smartphone global.

CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menegaskan bahwa ketersediaan memori kini menjadi faktor penentu ukuran pasar ponsel. “Kami mulai melihat bahwa memori akan menentukan skala pasar mobile,” ujarnya. Meski Qualcomm tidak membeli chip memori secara langsung, pelanggan mereka—para produsen ponsel—akan terdampak, sehingga berimbas pada penjualan chipset Qualcomm.

Pendapatan Tembus $12,25 Miliar

Pada kuartal pertama, Qualcomm membukukan pendapatan $12,25 miliar dengan laba per saham (EPS) yang disesuaikan sebesar $3,50. Angka ini melampaui proyeksi analis yang memperkirakan pendapatan $12,21 miliar dan EPS $3,41.

Laba bersih tercatat $3 miliar atau $2,78 per saham, sedikit lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai $3,18 miliar.

Divisi terbesar Qualcomm, yakni bisnis chipset smartphone, menyumbang pendapatan $7,82 miliar, naik 3% dari kuartal sebelumnya. Selain itu, pendapatan dari lisensi kekayaan intelektual seperti paten 5G menghasilkan $1,59 miliar.

BACA JUGA:Bocoran Spesifikasi Oppo K14 Turbo, Pakai Dimensity 9500s, Usung Kipas Pendingin Bawaan

BACA JUGA:5 Laptop Murah untuk Pelajar 2026: Performa Stabil, Harga Bersahabat

IoT dan Otomotif Tumbuh Pesat

Unit Internet of Things (IoT) yang memproduksi chip hemat daya untuk perangkat pintar—termasuk kacamata Meta Ray-Ban dengan Snapdragon AR1—mencatat kenaikan pendapatan 9% menjadi $1,69 miliar.

Sementara itu, divisi otomotif tumbuh lebih cepat lagi dengan lonjakan 15% menjadi $1,1 miliar, menunjukkan diversifikasi Qualcomm di luar pasar ponsel mulai membuahkan hasil.

Prospek Q2 Lebih Hati-hati

Meski kinerja Q1 kuat, proyeksi untuk kuartal kedua lebih konservatif. Qualcomm memperkirakan pendapatan hanya berada di kisaran $10,2–$11 miliar dengan EPS $2,45–$2,65, di bawah ekspektasi analis yang mematok $11,11 miliar dan EPS $2,89.

Strategi pembelian produsen ponsel akan menjadi faktor krusial. Kenaikan harga komponen dapat mendorong harga perangkat naik, yang berpotensi menekan permintaan. Segmen flagship dinilai lebih mampu bertahan karena memiliki margin lebih besar—dan Qualcomm mengklaim posisinya paling kompetitif di kelas premium.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: