Apple Tipis Kalahkan Samsung, Rajai Pasar Smartphone 2025 Versi Omdia
Apple Tipis Kalahkan Samsung, Rajai Pasar Smartphone 2025 Versi Omdia--
PRABUMULIHPOS.CO - Laporan terbaru lembaga riset Omdia mengungkap peta persaingan pasar smartphone global sepanjang 2025. Apple berhasil menjadi pemimpin pasar dengan pengiriman 240,6 juta unit, hanya sedikit di atas Samsung yang mencatat 239,1 juta unit. Keduanya sama-sama menguasai sekitar 19 persen pangsa pasar dunia setelah dilakukan pembulatan.
Menariknya, baik Apple maupun Samsung mencatat pertumbuhan identik sebesar 7 persen dibanding tahun 2024. Namun sorotan utama justru tertuju pada Honor, yang menjadi merek besar dengan laju pertumbuhan tercepat, mencapai 11 persen secara tahunan.
Xiaomi Masih Kuat, Transsion Nyaris Tembus Lima Besar
Di posisi ketiga bercokol Xiaomi dengan pengiriman 165,4 juta unit dan pangsa pasar 13 persen. Meski tetap berada di papan atas, performa Xiaomi turun sekitar 2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Urutan selanjutnya ditempati vivo dengan 105,3 juta unit (pangsa 8 persen) dan pertumbuhan 4 persen. Sementara Oppo menutup lima besar lewat 100,7 juta unit, meski mengalami penurunan 3 persen dari 2024.
BACA JUGA:Bocoran Spesifikasi Oppo K14 Turbo, Pakai Dimensity 9500s, Usung Kipas Pendingin Bawaan
BACA JUGA:5 Laptop Murah untuk Pelajar 2026: Performa Stabil, Harga Bersahabat
Grup Transsion—yang membawahi merek seperti Infinix, Tecno, dan Itel—nyaris menembus lima besar dengan pangsa 8 persen. Di bawahnya ada Honor (6%), Lenovo (5%), Huawei (4%), serta Realme (3%).
Pasar Global Tumbuh, China Justru Melemah
Secara keseluruhan, pasar smartphone dunia tumbuh 2 persen menjadi 1,25 miliar unit pada 2025. Hampir seluruh kawasan mencatat kenaikan, kecuali wilayah Greater China yang sedikit melemah akibat berakhirnya efek program subsidi nasional.
Meski begitu, Apple justru mengalami lonjakan besar di Tiongkok daratan dengan pertumbuhan 26 persen. Omdia menilai hal ini dipicu oleh tingginya minat terhadap seri iPhone 17, yang mendapat sambutan positif dari konsumen setempat.
Data ini menunjukkan persaingan kian ketat di segmen premium maupun menengah. Dominasi Apple dan Samsung masih sulit digoyang, namun kebangkitan Honor serta agresivitas Transsion memberi warna baru pada industri smartphone global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


