9 Jemaah Umrah Asal Prabumulih Dipastikan Aman di Madinah, Pulang 6 Maret 2026

9 Jemaah Umrah Asal Prabumulih Dipastikan Aman di Madinah, Pulang 6 Maret 2026

9 Jemaah Umrah Asal Prabumulih Dipastikan Aman di Madinah, Pulang 6 Maret 2026--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Di tengah perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah, tercatat lebih dari 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi untuk melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Kondisi tersebut berdampak pada sebagian jemaah yang dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui penerbangan transit di sejumlah negara Timur Tengah. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami penyesuaian atau penundaan jadwal keberangkatan.

Meski demikian, kabar menggembirakan datang dari Kota Prabumulih. Sembilan warga Prabumulih yang sedang menjalankan ibadah umrah dipastikan dalam keadaan baik dan aman. Hingga saat ini tidak ada laporan gangguan berarti, baik terkait pelaksanaan ibadah maupun jadwal kepulangan mereka.

Rombongan jemaah tersebut saat ini berada di Madinah dan tetap menjalankan kegiatan ibadah sesuai agenda yang telah disusun. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, mereka direncanakan kembali ke Indonesia pada 6 Maret 2026.

BACA JUGA:DPRD dan Pemkot Prabumulih Bersinergi, Tiga Raperda Siap Dibahas

BACA JUGA:Pengurangan Jam Kerja ASN Ramadan 2026, Pemkot Prabumulih: Tunggu Surat Edaran Mendagri

Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Prabumulih, HM Dhafir SAg MSi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap jemaah umrah yang berangkat melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) di daerah tersebut.

Ia menjelaskan, terdapat dua PPIU resmi yang terdaftar dan aktif di Prabumulih. Namun, dari hasil pendataan terakhir, hanya satu PPIU yang sedang memberangkatkan jemaah.

PPIU Ummi Wisata diketahui membawa sembilan jemaah asal Prabumulih yang kini berada di Madinah. Sementara itu, PPIU Prabu Safari Imani tidak memiliki jemaah yang sedang menjalankan ibadah umrah pada periode ini.

Menurut Dhafir, para jemaah tersebut menggunakan maskapai penerbangan asal Arab Saudi sehingga jadwal kepulangan diperkirakan tetap sesuai rencana, yakni pada 6 Maret 2026.

BACA JUGA:Pengurangan Jam Kerja ASN Ramadan 2026, Pemkot Prabumulih: Tunggu Surat Edaran Mendagri

BACA JUGA:IPTU Harris Krisnanda Serahkan Jabatan Kapolsek RKT kepada IPDA Wendy Kurniawan

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada warga Prabumulih yang tertahan di Arab Saudi. Seluruh jemaah dalam kondisi aman dan mengikuti jadwal kepulangan yang telah ditentukan oleh pihak travel.

Lebih lanjut, Dhafir menerangkan bahwa seluruh proses penyelenggaraan ibadah umrah menjadi tanggung jawab PPIU. Calon jemaah mendaftar langsung melalui travel resmi yang memiliki izin operasional, sehingga data keberangkatan tercatat dengan baik dan dapat dipantau.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: