PRABUMULIH - SD Negeri 48 Prabumulih merupakan salah satu Sekolah Dasar yang sudah mendapatkan status sebagai Sekolah Adipura tingkat Provinsi bersama SDN 50. Bahkan sejak tahun 2014 lalu.
Sekolah ini diharapkan terus menerapkan kebiaaan sebagai sekolah berbasis lingkungan, dan diharapkan bisa mewakili Kota Prabumulih untuk melaju ke tingkat nasional. Karena sampai saat ini belum ada SD di Kota Prabumulih yang berani melaju ke tingkat Nasional.
“Kita sudah ada sundulan untuk mengajukan SD agar meraih predikat adiwiyata berjenjang juga, di Kota Prabumulih sudah ada yang sampai ke tingkat Provinsi, yaitu SD 48 dan 50. Namun sepertinya pelru koordinasi ulang untuk mengusulkan pembinana dan pendampingan agar mau mempersipakan diri menjadi peserta tingkat Nasional,” ujar Kabid penataan dan peningkatan kapasitas lingkungan, Abu bakrin belum lama ini.
Sedangkan Kepala sekolah SDN 48 Prabumulih Aidil Soleh SPd saat dikonfirmasi koran ini, Kamis (22/7/2022) mengatakan status tersebut memang ada benarnya. Bahkan siswanya sering dipanggil ke kabupaten Kota lain untuk study banding dan juga menjadi contoh bagi sekolah lain.
Namun saat ini pihaknya masih ingin fokus untuk memulihkan semangat belajar siswa setelah melewati masa pandemi virus Corona.
“Waktu 2 tahun lebih, bukan merupakan waktu yang singkat. Dalam waktu tersebut berhasil merubah pola dan kebiasaan para siswa, khususnya menerunkan semangat belajar siswa, dan par asiswa sudah di nina bobokan oleh android, dan hal ini menjadi tugas besar kami untuk kembali membangikat semangat tanpa gadged,” jelasnya.
Sekolah yang beralamat di jalan jendral Sudirman samping kompleks Yonzipur Kota Prabumulih ini. Diakuinya untuk menerapkan aktiivtas pola sekolah adiwiyata, yang sebelumnya sudah membudaya di sekolah.
Saat ini sekolah ini perlu membiasakan kembali dan memperkenalkan kembali dengan para guru dan siswa. Karena Guru sudah banyak yang pensiun dan banyak yang baru tentunya perlu beradaptasi kembali dengan kebiasaan seperti sekarang ini.
"Dulu kita selalu membuat pupuk kompos dan sampai sekarang para siswa dibiasakan untuk memilah sampah saat membuang sampah. Ada tempat untuk sampah organik dan anorganik.
Sampah basah dan sampah kering hingga sampah plastik semuanya sudah terbiasa, namun kini siswa sudah banyak yang baru dan perlu di adaptasi kembali,” bebernya.
Sedangkan tugas pokok kita adalah mencerdaskan anak bangsa, karena itu sambil berjalan pelan-pelan kita memulihkan semangat belajar para siswa sambil kembali memperkenalkan bahwa sekolah kita merupakan sekolah adiwiyata yang sudah mencapai predikat tingkat Provinsi.
“Semoga nanti aktivitas sekolah adiwiyata kembali ditekankan. Karna saat ini adiwiyata juga dikaitkan dengan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan. Maka bukan tidak mungkin SDN 48 untuk memulai kembali aktivitas sekolah adiwiyata, setelah semua proses pembelajaran mulai pulih,” tandasnya.
(05)