Namun demikian, ia menegaskan bahwa WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan indikator bahwa pengelolaan keuangan sudah berjalan baik dan perlu terus ditingkatkan.
“Capaian ini menjadi dorongan untuk terus memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan daerah agar lebih optimal dalam mendukung pelayanan publik,” katanya.
BACA JUGA:Diduga Hanya Karena Senggolan, Dua Oknum TNI Terlibat Insiden Penembakan Maut
BACA JUGA:Hilang Kendali, Pickup Hantam Truk di Muara Enim, Dua Orang Terluka
Pendapatan Daerah Capai Rp10 Triliun
Berdasarkan laporan yang disampaikan, realisasi pendapatan daerah Sumatera Selatan pada 2025 mencapai Rp10,08 triliun atau 90,43 persen dari target Rp11,12 triliun.
Pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp4,56 triliun atau 94,35 persen, serta pendapatan transfer sebesar Rp5,49 triliun atau 87,41 persen dari target
Sementara itu, komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah juga terealisasi sesuai perencanaan.
Di sisi belanja, realisasi anggaran mencapai Rp9,96 triliun atau 88,66 persen dari total Rp11,23 triliun.
BACA JUGA:Kasus dr. Myta Jadi Sorotan, Sistem Internsip Dokter Diminta Dievaluasi
BACA JUGA:BSB Perluas Akses Kredit untuk Guru Bersertifikasi di Sumsel
Belanja operasi menjadi porsi terbesar dengan realisasi Rp5,46 triliun atau 93,02 persen. Belanja modal tercatat Rp1,38 triliun atau 88,45 persen, sedangkan belanja transfer mencapai Rp3,11 triliun atau 82,64 persen.
Adapun belanja tidak terduga tercatat sangat kecil, hanya sekitar Rp33,44 juta.
SiLPA Jadi Penopang Pembangunan Berikutnya
Dengan kondisi tersebut, Pemprov Sumsel mencatat pembiayaan netto sebesar Rp108,50 miliar yang menghasilkan SiLPA Rp209,73 miliar pada Tahun Anggaran 2025.
Gubernur menyebutkan bahwa SiLPA tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kelanjutan program pembangunan prioritas daerah di tahun berikutnya.