PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – TK IT Al Hasanah Prabumulih menghadirkan suasana belajar yang penuh keceriaan melalui kegiatan Jumat Sehat yang digelar pada Jumat (17/7/2026).
Seluruh peserta didik mengikuti beragam permainan tradisional yang dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus aktivitas fisik yang menyenangkan.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak memainkan sejumlah permainan khas Indonesia seperti lompat tali karet, engklek, cam-cam buku, hingga permainan lempar tangkap bola.
Melalui aktivitas tersebut, para siswa tidak hanya bermain, tetapi juga belajar berinteraksi, bekerja sama, dan melatih berbagai keterampilan dasar.
BACA JUGA:Siswa SDIT Al-Malik Prabumulih Sabet Juara 1 O2SN Pencak Silat 2026
BACA JUGA:Siswa SDIT Al-Malik Prabumulih Sabet Juara 1 O2SN Pencak Silat 2026
Permainan tradisional dipilih karena mampu membantu mengembangkan kemampuan motorik kasar, menjaga keseimbangan tubuh, meningkatkan koordinasi gerak, serta melatih kelincahan anak.
Selain itu, permainan kelompok juga mengajarkan sikap disiplin, kesabaran saat menunggu giliran, menaati aturan, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam bergaul dengan teman sebaya.
Kepala TK IT Al Hasanah Prabumulih, Lusi Elva Diana, S.Pd., melalui guru Arteti Laili menjelaskan bahwa program Jumat Sehat merupakan bagian dari upaya sekolah menciptakan proses belajar yang aktif, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Menurutnya, perpaduan antara aktivitas fisik dan permainan tradisional memberikan manfaat yang luas, mulai dari kesehatan, perkembangan sosial, hingga pembentukan karakter.
BACA JUGA:Seru dan Edukatif! Murid Baru TK IT Shoutul Qur'an Prabumulih Antusias Tangkap Ikan Hias
"Kegiatan ini mendorong anak-anak untuk lebih aktif bergerak, mempererat hubungan dengan teman, serta belajar bekerja sama dalam suasana yang menyenangkan," ujar Arteti.
Ia menambahkan, permainan tradisional juga menjadi cara efektif untuk memperkenalkan kembali warisan budaya Indonesia kepada generasi muda. Nilai-nilai seperti kebersamaan, sportivitas, saling menghargai, dan kekompakan dapat ditanamkan melalui aktivitas sederhana yang menyenangkan.
Lebih lanjut, Arteti berharap kegiatan tersebut dapat menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai. Dengan bermain secara langsung bersama teman-teman, anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif sekaligus memperkuat kemampuan sosial mereka.