Penambahan insulasi, lapisan peredam panas, ventilasi yang memadai, serta plafon dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah.
Seng Lebih Hemat untuk Biaya Awal
Dari sisi anggaran pembangunan, seng biasanya menawarkan biaya awal yang lebih terjangkau.
Bobotnya yang ringan membuat proses pengangkutan dan pemasangan menjadi lebih praktis.
Karena materialnya ringan, kebutuhan konstruksi rangka juga dapat disesuaikan sehingga biaya pembangunan atap bisa lebih rendah. Waktu pengerjaannya pun relatif cepat.
BACA JUGA:Baja Ringan vs Kayu untuk Rangka Atap, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
BACA JUGA:Rangka Atap Baja Ringan: Kuat, Tahan Lama, dan Lebih Hemat Biaya
Sebaliknya, genteng memiliki bobot yang lebih berat sehingga membutuhkan rangka atap yang kuat dan kokoh. Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya konstruksi.
Namun, harga awal yang lebih tinggi tidak selalu berarti lebih mahal dalam jangka panjang.
Umur pakai genteng yang panjang dapat menjadi pertimbangan bagi pemilik rumah yang menginginkan atap untuk penggunaan bertahun-tahun.
Perawatan Genteng dan Seng
Kedua jenis atap tetap membutuhkan pemeriksaan secara berkala.
Pada genteng, kerusakan biasanya dapat ditangani dengan mengganti bagian yang retak atau pecah tanpa harus mengganti seluruh bidang atap.
BACA JUGA:15 Jenis Atap Rumah Anti Panas untuk Hunian Tropis yang Nyaman
BACA JUGA:Jangan Salah Pilih! Ini Desain dan Material Atap Terbaik untuk Rumah Tropis
Sementara itu, seng perlu mendapatkan perhatian terutama pada bagian sambungan dan titik pemasangan.