BACA JUGA:Sumur Baru PEP Adera Field Alirkan 3.442 BOPD, Optimisme Produksi 2026 Menguat
Gas ini dapat terbentuk secara alami akibat proses pembusukan bahan organik serta reaksi kimia yang terjadi di lingkungan tanah dan bebatuan.
Aroma H2S biasanya cukup khas dan mudah dikenali.
Dalam konsentrasi tinggi, gas tersebut dapat berbahaya sehingga air yang diduga mengandung H2S dalam jumlah besar perlu mendapatkan penanganan sebelum digunakan.
2. Aktivitas Bakteri Sulfur
Bakteri sulfur juga dapat berperan dalam munculnya gas hidrogen sulfida di dalam sumur.
Keberadaan bakteri ini pada umumnya tidak secara langsung membahayakan manusia, tetapi aktivitasnya dapat memicu kondisi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme lain.
BACA JUGA:Hari Bhayangkara ke-80, Polres Prabumulih Bangun Sumur Bor untuk 150 KK
BACA JUGA:Well Service Dongkrak Produksi Sumur PBM-025 PEP Prabumulih Field hingga 205 BOPD
Selain menimbulkan bau, bakteri tertentu juga dapat menghasilkan lendir yang berpotensi menempel pada saluran air.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu aliran dan menyebabkan sistem perpipaan tersumbat.
Cara Mengatasi Air Sumur yang Berbau
Penanganan air sumur harus disesuaikan dengan sumber masalahnya.
Beberapa langkah berikut dapat menjadi pilihan, tetapi untuk air yang akan diminum sebaiknya dilakukan pemeriksaan kualitas air terlebih dahulu.
1. Melakukan Disinfeksi dengan Kaporit
Kaporit dikenal sebagai bahan yang digunakan dalam proses desinfeksi air.