Penggunaannya dapat membantu mengendalikan mikroorganisme tertentu sekaligus mengurangi masalah bau pada air.
BACA JUGA:Sumur BNG-68 Adera Field Catat Rekor Produksi Berkat Velocity String
BACA JUGA:Pertamina EP Zona 4 Temukan Potensi Besar di Sumur LBK-030, Produksi Tembus 3.073 BOPD
Namun, air yang baru diberi kaporit tidak boleh langsung digunakan untuk konsumsi.
Proses pemberian bahan kimia harus dilakukan dengan takaran yang tepat dan air perlu melalui proses lanjutan sesuai petunjuk agar aman digunakan.
2. Memperbaiki Kondisi dan Kedalaman Sumur
Sumur yang terlalu dangkal lebih rentan terpengaruh oleh kondisi lingkungan di sekitarnya.
Air permukaan yang tercemar dapat lebih mudah masuk apabila konstruksi sumur tidak memadai.
Karena itu, perbaikan konstruksi sumur dapat menjadi salah satu solusi. Dinding sumur sebaiknya dibuat kokoh dan kedap sehingga mengurangi risiko masuknya air dari luar.
BACA JUGA:Hadapi Musim Kemarau, Begini Cara Menghemat Air agar Tak Cepat Habis
BACA JUGA:Produksi Migas Meningkat, Sumur LM-03 Jadi Andalan Baru PEP Limau Field
Jika diperlukan, kedalaman sumur juga dapat dievaluasi oleh tenaga profesional untuk menemukan sumber air yang lebih sesuai.
3. Melakukan Disinfeksi pada Sumur
Masalah bau juga dapat berkaitan dengan pertumbuhan mikroorganisme di sekitar sumber air.
Salah satu penanganan yang dapat dilakukan adalah proses disinfeksi menggunakan bahan berbasis klorin.
Langkah ini sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan karena konsentrasi bahan dan prosedur penerapannya harus diperhitungkan dengan tepat.