KPU Ogan Ilir dan Pihak Rektorat Unsri Duduk Bersama Mencari Solusi Meminimalisir Konflik Pemilu 2024

Suasana Audiensi KPU Kabupaten Ogan Ilir yang diterima oleh WR III Bidang kemahasiswaan Universitas Sriwijaya.--
INDRALAYA, PRABUMULIHPOS.CO.ID- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir mas Suryati didampingi oleh komisioner divisi data, Titin Maryati dan divisi hukum, Rusdi, serta kasubag data, Siti Sahara, melaksanakan audiensi ke Rektor Universitas Sriwijaya, disambut oleh Wakil Rektor III Bidang kemahasiswaan, Iwan Setiabudi, pada Selasa 21 februari 2023.
BACA JUGA:Suka Duka Pantarlih Saat Melaksanakan Tugas di Lapangan
Karena tingkat kerawanan berada wilayah kerja Kecamatan Indralaya Utara, Pelaksanaan audiensi juga dihadiri oleh Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Refsi Yansah, dan ketua PPs Kelurahan Timbangan dan Ketua PPS Desa Tanjung Pering.
BACA JUGA:Cicipi Nanas Prabumulih, Wamentan dan Istri: Enak Manis
Dalam sambutannya, ketua KPU Kabupaten Ogan Ilir, menjelaskan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi disaat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) khususnya Pemilihan Presiden, adalah banyaknya suara mahasiswa yang tidak terakomodir dan tidak bisa menyuarakan hak pilihnya, karena beberapa hal.
BACA JUGA:Kemenag Prabumulih Verifikasi CJH, Namanya Sudah Dikirim ke Provinsi
"Kehadiran kita kesini untuk mencari solusi permasalahan yang kita hadapi. Karna kejadian di tahun 2019 cukup menjadi perhatian bagi kita. Dari data yang kita ada sekitar empat ribu mahasiswa yang didaftarkan, namun yang memegang A5 (form pindah memilih) sebanyak 1.500 yang bisa memilih ke TPS. Sisanya tidak bisa memilih, hingga pada akhirnya menimbulkan keributan, menyampaikan aspirasinya ke KPU. Karna itu kita berharap hal ini tidak terjadi lagi pada pemilu 14 Februari 2024 mendatang,"jelasnya.
BACA JUGA:Ini alasan 3 PPS Di Prabumulih Memilih Mundur
Hal sama ditambahkan oleh Komisioner KPU Divisi Data dan informasi, Titin Maryati. Ada 4.000 dari data mahasiswa ingin pindah memilih, Namun saat itu, tidak terjadi pembentukan TPS khusus, hingga terjadi gejolak. Dan pertemuan ini mengantisipasi agar semuanya terakomodir dan mahasiswa mendapatkan hak pilihnya.
BACA JUGA:Ini alasan 3 PPS Di Prabumulih Memilih Mundur
"perlu kita sampaikan bahwa Kriteria TPS khusus sesuai aturan yang ada, yaitu perusahaan, ponpes dan salah satu tempat yang pemilihnya terkonsentrasi di suatu tempat yang pada saat pemilu, bisa dipastikan ada pada saat pelaksanaan pemilu. Nah mahasiswa termasuk dalam kriteria itu. Karena itu, melalui pertemuan ini sebagai upaya untuk mengakomodir agar para mahasiswa tetap mendapatkan hak nya agar bisa memilih," tambahnya, seraya menyampaikan kiranya pihak UNSRI merespon cepat hal ini.
BACA JUGA:Bahagianya Siswa Paud Al Firdaus Masak Bolu Kukus
Sementara Wakil Rektor III Universitas Sriwijaya, bidang kemahasiswaan Iwan Setia Budi, mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung adanya TPS khusus untuk mengakomodir hak pilih para mahasiswa. Namun pria berkacamata ini mengatakan, Ada kekhawatiran jika ada TPS khusus didalam UNSRI.
BACA JUGA:Cicipi Nanas Prabumulih, Wamentan dan Istri: Enak Manis
"kami sangat setuju mengenai TPS khusus yang bisa mengakomodir hak memilih para mahasiswa khususnya yang dari luar Sumatera Selatan, namun kami juga ingin meminimalisir hal yang tidak diinginkan. Karna Para mahasiswa ada aplikasi Dengan pihak luar. Karna itu Meski mendukung adanya tps khusus, hendaknya ditempat yang lebih independen, jangan di dalam kampus, karna kita juga harus menjaga netralitas. Dirikan TPS di Tempat yang menetralisir interpensi," jelasnya.
BACA JUGA:Suka Duka Pantarlih Saat Melaksanakan Tugas di Lapangan
Lebih jauh Iwan menjelaskan bahwa kehadiran KPU di ruang rapat ini akan direspon maksimal 5 hari kedepan. Karena dirinya juga akan menyampaikan hasil audiensi hari ini untuk ditindaklanjuti, agar semuanya mendapatkan solusi terbaik. **
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: