Mengenal Sedekah Balek Andun, Tradisi Adat Suku Rambang Kota Prabumulih yang Masih Dilestarikan

Mengenal Sedekah Balek Andun, Tradisi Adat Suku Rambang Kota Prabumulih yang Masih Dilestarikan

Sedekah balek andun, salah satu tradisi adat dari suku Rambang yang masih dilestarikan di Kelurahan Muara Dua Kota Prabumulih. --

Tradisi ini dilaksanakan ketika anak laki laki yang sudah cukup umur akan melakukan khitan atau yang lebih kita kenal dengan nama sunat, balek andun sedekah merupakan tradisi yang wajib untuk dilaksanakan saat ingin melaksanakan acara Khitan.

BACA JUGA:Fakta Istimewa Sumsel Wajib Diketahui, Nomor 4 Dijumpai Setiap Hari

BACA JUGA:Proyek Anggaran Miliaran di Kota Prabumulih, Normalisasi Sungai Kelekar Tapi Sejumlah Kelurahan Belum Masuk

Prosesi dari adat ini biasanya akan dimusyawarahkan dulu oleh orang tua sianak dan keluarga atau biasa disebut berembuk untuk mengatur acara ini, hal yang pertama dilakukan seperti membuat dapur umum, menyiapkan bahan bahan seperti bumbu, sembako, lemang, juada ( dodol ). Bahan bahan yang disiapkan tersebut nantinya akan dibawa kerumah Nenek dari sebelah Ibunya.

 

Saat semua telah siap, lemang dan dodol serta bahan lainnya akan dibawa kerumah Nenek dari sebelah Ibunya dengan cara jalan kaki dari rumahnya ke rumah Neneknya bersama rombongan dari keluarga sebelah ayahnya.

 

Sebelum sampai, biasanya Nenek dari sebelah ibunya akan menyiapkan segala macam makanan maupun hal hal yang diperlukan untuk menyambut kedatangan cucu yang akan melakukan khitan.

BACA JUGA:Waspada DBD, Dinkes Kota Prabumulih Imbau Masyarakat Terapkan PHBS

BACA JUGA:Bikin Ngilu, Detik - Detik Pengendara Motor di Kota Prabumulih Nyaris Ditabrak Kereta Api

Ketika rombongan dari pengantin sunat sampai di kediaman, mereka akan disambut oleh Neneknya serta lemang dan juada akan diserahkan, biasanya acar akan dilanjutkan dengan membaca yasin agar acara Khitanan cucu mereka berjalan lancar.

 

Saat acara selesai, Lemang dan Juada yang dibawa akan diberikan kepada keluarga Nenek sebelah ibunya, dan bagi mereka yang mendapatkan Lemang Juada akan menggantinya dengan uang ataupun pakaian tetapi itu tidak wajib, kalaupun tidak ada maka Lemang Juada hanya menjadi simbol saja.

BACA JUGA:Permainan Tradisional Sumsel Masuk Warisan Budaya Tak Benda, yang Terkenal di Kabupaten Empat Lawang

BACA JUGA:Lestarikan Budaya Tradisional, Warga Payuputat Kembangkan Potensi Lokal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: