Prabumulih tak Punya Arsip Sejarah, Dr Akhmad Muftizar: Jangan Sampai Ada Rantai yang Terputus

Prabumulih tak Punya Arsip Sejarah, Dr Akhmad Muftizar: Jangan Sampai Ada Rantai yang Terputus

Prabumulih tak Punya Arsip Sejarah, Dr Akhmad Muftizar: Jangan Sampai Ada Rantai yang Terputus--

Prabumulih tak Punya Arsip Sejarah, Dr Akhmad Muftizar: Jangan Sampai Ada Rantai yang Terputus

PRABUMULIHPOS.DISWAY.ID - Praktisi Pendidikan Dr Akhmad Muftizar Z SIp MED menyampaikan pembuatan arsip mengenai asal usul dan budaya Prabumulih sudah sangat penting.

Hal itu ia sampaikan, mengingat diusia yang sudah 22 tahun ini. Kota Prabumulih tak memiliki arsip sejarah resmi mengenai asal usul Prabumulih.

"Jangan sampai ada istilah rantai yang terputus. Jangan sampai nanti yang memahami sejarah kota Prabumulih itu hanya orang-orang tua, yang akhirnya mereka sepuh dan meninggal yang akhirnya link itu tidak sampai ke generasi muda," kata Muftizar diwawancarai Prabumulih Pos.

BACA JUGA:Usia ke 22 Tahun, Kota Prabumulih Belum Punya Arsip Sejarah

Dosen perguruan tinggi di Kota Palembang ini mengungkapkan, saat ini tak banyak yang mengetahui asal usul dan sejarah nama Prabumulih.

"Orang tidak banyak tahu. Untuk kata sejarah Prabumulih saja masih simpang siur.

Ada yang mengatakan Prabumulih itu raja pulang, ada yang bilang pehabung uleh jadi tidak ada kata yang sepakat tentang sejarah kota kita sendiri," ucapnya.

BACA JUGA:Paripurna HUT Kota Prabumulih ke 22 Bakal Dihadiri Pj Gubernur Sumsel

Sementara di Kota lain, tak ada lagi perdebatan mengenai asal usul nama kota. "Tidak ada perdebatan lagi, sudah difahami oleh penduduknya. Kalau kitakan belum, generasi muda kita belum faham. Mereka hanya tinggal di Prabumulih tapi kalau ditanya apa sejarahnya Prabumulih belum tentu mereka faham," jelasnya.

Disampaikannya, sejarah budaya berperan penting untuk kemajuan serta berpengaruh terhadap suatu daerah. 

"Kemajuaan sebuah kota atau daerah tidak bisa dilepaskan dari budaya. Kita.sudah banyak melihat dari konteks lokal, seperti bahasa aksara Jawa di perkenalkan dan digunakan. Itu akan membentuk karakter, oh kalau bicara dengan orang tua halusnya begini," lanjutnya.

BACA JUGA:Wow, 50 Stand Ramaikan Festival Kuliner Enak di Prabumulih

Nah, sebagai salah satu langkah untuk membuat arsip sejarah maupun budaya yang ada di Kota Prabumulih. Menurut Muftizar alangkah baiknya melibatkan dan dimulai dari lembaga adat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: