Wisata Petik Semangka di Prabumulih Diserbu Pengunjung, Harga Cuma Rp6.000 per Kg
Wisata Petik Semangka di Prabumulih Diserbu Pengunjung, Harga Cuma Rp6.000 per Kg--Foto: Prabupos
PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Kota Prabumulih kini memiliki destinasi agrowisata yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Berlokasi di Jalan Kambang Iwak, Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, tepat di belakang Balai Adat Kelurahan Tanjung Raman, kebun semangka milik Heru dibuka untuk umum sebagai wisata petik buah.
Di tempat ini, pengunjung tidak hanya membeli semangka segar, tetapi juga dapat memanen sendiri buah yang diinginkan langsung dari kebunnya.
Hamparan tanaman semangka yang siap dipanen menciptakan suasana alami yang menarik, terutama bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama sambil mengenalkan anak-anak pada aktivitas pertanian.
Dengan luas lahan sekitar 1,5 hektare, pengunjung leluasa berkeliling memilih semangka yang dianggap paling matang. Pemandangan kebun yang hijau juga menjadi latar favorit untuk mengabadikan momen bersama keluarga maupun teman.
BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Kembali Bagikan Seragam Sekolah Gratis untuk Seluruh Siswa SD dan SMP
BACA JUGA:BPS Prabumulih Jemput Bola, Pedagang Pasar Subuh Jadi Sasaran Sensus Ekonomi 2026
Menariknya, tidak ada biaya tiket masuk untuk menikmati kawasan wisata ini. Pengunjung hanya membayar buah yang dibawa pulang dengan harga Rp6.000 per kilogram.
Pemilik kebun, Heru, mengatakan harga tersebut sengaja diturunkan agar masyarakat semakin mudah menikmati semangka segar langsung dari petani.
"Sebelumnya kami menjual Rp8.000 per kilogram. Sekarang menjadi Rp6.000 per kilogram supaya lebih terjangkau," ujar Heru saat ditemui di kebunnya, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, sejak dibuka sebagai lokasi wisata petik buah, respons masyarakat sangat positif. Setiap hari selalu ada pengunjung yang datang, baik dari Prabumulih maupun daerah sekitar.
BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Kembali Bagikan Seragam Sekolah Gratis untuk Seluruh Siswa SD dan SMP
Heru menjelaskan, aktivitas pengunjung mulai terlihat sejak siang hari, namun keramaian biasanya memuncak pada sore hari setelah masyarakat selesai beraktivitas. Sementara itu, pada akhir pekan dan hari libur, jumlah wisatawan meningkat cukup tajam karena banyak keluarga memanfaatkan waktu libur untuk berkunjung.
"Kalau siang tetap ada pengunjung, tetapi paling ramai sore setelah jam kerja. Saat hari libur jumlahnya jauh lebih banyak karena banyak keluarga datang bersama anak-anak," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
