Mengenal Tradisi Ngetam Padi dari Jeme Lubai

Mengenal Tradisi Ngetam Padi dari Jeme Lubai

Tradisi Ngetam Padi dari Jeme Lubai--Foto:Erna/prabupos

Untuk memotong padi dengan dengan tuai harus menggunakan jari tengah lalu mulai mengarit padi dengan memilih bulir yang sudah menguning, jika terlihat sudah kuning berarti padi sudah siap untuk di panen.

Kegiatan bergotong royong mengetam padi ini sudah ada sejak lama yakni pada zaman nenek moyang dan masih dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Biasanya kegiatan seperti ini dilakukan setahun sekali oleh masyarakat lubai akan tetapi tergantung dengan situasi dan juga kondisi padi yang di tanam tersebut apakah sudah layak atau belum untuk dipanen.

BACA JUGA:Mengenal Tradisi Behantat Behas Suku Rambang - Belide di Kota Prabumulih

Hal yang paling menyenangkan pada saat musim panen padi yakni ketika makan bersama.

Hal yang jarang terjadi dilakukan di tengah sawah dengan menikmati hamparan padi yang menguning tanpa ada kebisingan dari kendaraan yang biasa terdengar.

Dengan lauk seadanya tidak mengurangi rasa menyenangkan apabila makan bersama di tengah sawah tersebut. 

Hal yang paling dirindukan bagi setiap orang yang berada diperantauan yakni “be ume”. Ume sindiri merupakan sebutan bagi daerah Lubai dalam penamaan tempat untuk berkebun atau bertanam.

Seperti menanam padi, karet, kopi, dan sayuran. itulah kenapa masyarakat diperantauan suka rindu akan tradisi yang jarang terjadi di perkotaaan.(ern)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: